Thursday, 7 March 2013

HOMEODINAMIK



Merupakan pertukaran energi antara manusia dan lingkungan sekitarnya secara terus-menerus.
Manusia tidak hanya melakukan penyesuaian diri tetapi terus berinteraksi dengan lingkungan agar mampu mempertahankan hidupnya.
Bermula dari teori bahwa manusia sebagai mahluk unik, utuh, dinamis, selalu berinteraksi dengan lingkungan .
Kebutuhan Dasar manusia
Merupakan unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam menjaga keseimbangan baik fisologis maupun psikologis.
Kebutuhan dasar manusia adalah kondisi fisiologis atau psikologis yang tiap individu harus mendapatkannya, untuk mencapai keadaan yang sehat dan sejahtera.
      (Kozier, 1997)
 
1.  Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan paling dasar untuk bertahan hidup
Antara lain : Pemenuhan kebutuhan oksigen, dan pertukaran gas, cairan, nutrisi, eliminasi,istirahat tidur,aktivitas, keseimbangan suhu tubuh, seksual.
Seseorang yang kelaparan atau kehilangan cairan untuk waktu yang lama akan mempengaruhi semua kebutuhan yang lain
2. Kebutuhan Rasa Aman dan Nyaman
Terpenuhi setelah kebutuhan fisiologis tercapai
Rasa aman terhadap suatu lingkungan/tempat tinggal
Rasa nyaman terhadap suatu hubungan, perasaan
Rasa aman memiliki aspek fisik dan psikologis
3. Kebutuhan Rasa cinta memiliki dan dimiliki
Terpenuhi setelah kebutuhan rasa aman dan nyaman tercapai
Cinta meliputi memberi dan menerima
Perasaan memiliki seperti mendapatkan tempat dalam suatu kelompok ataupu menjadi bagian dari suatu keluarga
4. Kebutuhan harga diri
Adalah merasa mandiri/berdikari, memiliki kompetensi tertentu, dan rasa menghargai
Harga diri diperoleh dari lingkungan sosial, dan atau apresiasi seseorang
5. Kebutuhan aktualisasi diri
Adalah ketika seseorang puas atas apa yang telah dicapai dirinya
Termasuk bentuk penghargaan diri
Kebutuhan tertinggi untuk mengembangkan potensi maksimum sesorang dan merealisasikan kemampuan dan kualitas seseorang

Faktor-faktor yang mempengaruhi prioritas kebutuhan dasar
1. Penyakit
      Adanya penyakit dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pemenuhan kebutuhan, baik secara fisiologis maupun psikologis

2. Hubungan keluarga
      Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan karena saling percaya, merasakan kesenangan hidup
3. Konsep diri
      konsep diri manusia memiliki peran dalam pemenuhan kebutuhan dasar.
4. Tahap perkembangan
      sejalan dengan meningkatnya usia, manusia mengalami perkembangan. Setiap tahap perkembangan tersebut memiliki kebutuhan yang berbeda 

Kebutuhan dasar manusia (Virginia Henderson)
1.       Bernapas secara normal
2.       Makan dan minum yang cukup
3.       Eliminasi (BAB dan BAK)
4.       Bergerak dan mempertahankan postur yang diinginkan
5.       Tidur dan istirahat
6.       Memilih pakaian yang tepat
7.       Mempertahankan suhu tubuh yang normal
8.       Bernapas secara normal
9.       Makan dan minum yang cukup
10.   Eliminasi (BAB dan BAK)
11.   Bergerak dan mempertahankan postur yang diinginkan
12.   Tidur dan istirahat
13.   Memilih pakaian yang tepat
14.   Belajar, menemukan rasa ingin tahu




Prinsip Homeodinamik
      1. Prinsip Integral
      2. Prinsip Resonansi
      3. Prinsip Helicy

HOMEOSTASIS



Homeostasis merupakan suatu keadaan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dalam mempertahankan kondisi yang dialaminya. Proses homeostasis ini dapat terjadi apabila tubuh mengalami stres yang ada sehingga tubuh secara alamiah akan melakukan mekanisme pertahanan diri untuk menjaga kondisi yang seimbang, atau juga dapat dikatakan bahwa homeostasis adalah suatu proses perubahan yang terus-menerus untuk memelihara stabilitas dan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Homeostasis yang terdapat dalam tubuh manusia dapat dikendalikan oleh suatu sistem endokrin dan syaraf otonom. Secara alamiah proses homeostasis dapat terjadi dalam tubuh manusia.
Dalam mempelajari cara tubuh melakukan proses homeostasis ini dapat melalui empat cara yaitu :
1. Self regulation.
Sistem ini dapat terjadi secara otomatis pada orang yang sehat seperti dalam pengaturan proses sistem fisiologis tubuh manusia.
2. Cara kompensasi
Tubuh akan cenderung bereaksi terhadap ketidaknormalan dalam tubuh. Sebagai contoh, apabila secara tiba-tiba lingkungan menjadi dingin, maka pembuluh darah perifer akan mengalami konstriksi dan merangsang pembuluh darah bagian dalam untuk meningkatkan kegiatan (misalnya menggigil) yang dapat menghasilkan panas sehingga suhu tetap stabil, pelebaran pupil untuk meningkatkan persepsi visual pada saat terjadi ancaman terhadap tubuh, peningkatan keringat untuk mengontrol kenaikan suhu badan.
3. Cara umpan balik negatif
Proses ini merupakan penyimpangan dari keadaan normal. Dalam keadaan abnormal tubuh secara otomatis akan melakukan mekanisme umpan balik untuk menyeimbangkan penyimpangan yang terjadi.
4. Umpan balik untuk mengoreksi ketidakseimbangan fisiologis.
Sebagai contoh apabila seseorang mengalami hipoksia akan terjadi proses peningkatan denyut jantung untuk membawa darah dan oksigen yang cukup ke sel tubuh.
Homeostasis psikologis berfokus pada keseimbangan emosional dan kesejahteraan mental. Proses ini didapat dari pengalaman hidup dan interaksi dengan orang lain serta dipengaruhi oleh norma dan kultur masyarakat. Contoh homeostasis psikologis adalah mekanisme pertahanan diri seperti menangis, tertawa, berteriak, memukul.

PENGARUH STRES TERHADAP ANATOMI dan FISIOLOGIS TUBUH



1.     Proses  Terjadinya Penurunan Imonologi pada Orang Stres
Penelitian yang membahas tentang hubungan stres dan sistem daya tahan tubuh atau dikenal dengan sistem imun tubuh sudah semakin banyak dilakukan. Sejak berkembangnya ilmu Psikoneuroimunologi yaitu suatu ilmu yang mengaitkan hubungan antara ilmu psikologi, saraf dan imunologi.
   
Psikoneuroimunologi menekankan pada pembuktian-pembuktian terkait dengan sistem imun tubuh dan hubungannya dengan stres yang terjadi pada seseorang. Disebutkan, banyak sekali dampak stres terhadap sistem imun tubuh manusia yang mengakibatkan seseorang lebih rentan mengalami gangguan penyakit terkait dengan sistem imun tubuh.
   
Beberapa penyakit yang dihubungkan dapat mempengaruhi sistem imun manusia adalah asma dan fibromialgia. Asma diketahui sebagai suatu gangguan penyakit pernapasan yang melibatkan sel-sel radang dan sistem imun dalam tubuh.
Fibromialgia sendiri merupakan suatu kondisi gangguan penyakit yang menekankan keluhannya pada nyeri di berbagai bagian tubuh dan suasana perasaan yang tidak nyaman terkait dengan kondisi ini. Gangguan nyeri yang lebih banyak terdapat pada wanita ini belakangan semakin diteliti mempunyai dampak yang berhubungan dengan sistem stres dan imun tubuh. Karena itu, hindari stres mulai dari sekarang, kalaupun memang ada masalah rumit, mintalah bantuan atau bicara dengan orang yang Anda percaya dan segera cari jalan keluarnya.
2.     Proses  Mudahnya  Tejadi Infeksi pada Orang Stres
Stres dan infeksi dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja, di mana saja. Stres bersumber dari masalah fisik dan mental. Stres memicu peningkatan produksi hormon kortisol. Hormon ini memacu peningkatan metabolisme cadangan energi tubuh sehingga mengalami pengurangan.  Hormon ini juga punya peran dalam menekan sistem imunitas tubuh. Infeksi terjadi bila daya tahan tubuh spesifik maupun non-spesifik mengalami penurunan. Dukungan sosial atau kepedulian orang tua punya peran penting dalam durasi maupun derajat stres yang terjadi pada peserta Orientasi Mahasiswa Baru contohnya. Dimana calon mahasiswa yang memperoleh dukungan sosial yang optimal dalam menjalani pekan orientasi, mengalami stres yang ringan dan tidak jatuh sakit.  Sedangkan mahasiswa yang tidak / kurang mendapat dukungan soial mengalami stres cukup berat dan jatuh sakit.

3.     Proses Terjadinya Penuaan Dini pada Orang Stres
Tekanan  membuat hampir sebagian besar orang merasakan stres. Ini bisa dilihat dari tingginya kasus percobaan bunuh diri di masyarakat yang dipicu faktor ekonomi maupun masalah rumah tangga atau asmara.
Proses penuaan dini pada fase subklinik yang terjadi antara 25-35 tahun. Fase ini ditandai dengan menurunnya fungsi kerja hormon dalam tubuh manusia. Dampaknya terbentuk radikal bebas yang dapat merusak sel dan DNA yang akhirnya memunculkan penyakit kanker.
Selain mengalami penurunan produksi hormon dan berkurangnya masa otot, proses penuaan dini juga menyebabkan usia psikologis seseorang menjadi lebih tua dibandingkan dengan usia kronoligik (usia berdasarkan tahun lahir) orang tersebut.
4.     Stres Dapat Menyebabkan Kanker
Stres merupakan kondisi ketegangan yang berpengaruh terhadap emosi, jalan pikiran, dan kondisi fisik seseorang. Stres dapat menyebabkan tejadinya kanker pada seseorang. Bagi banyak orang, mengalami stres adalah suatu peristiwa traumatik atau sangat menegangkan untuk dibahas.Orang – orang yang mengalami yang mengalami problematik seperti ini dapat lebih cepat terkena kanker.
       Ketika dihadapkan dengan trauma besar, kadar hormon kortisol stres tetap pada tingkat tinggi dan sistem kekebalan tubuh lansung menekan yang tugasnya untuk melawan sel-sel kanker yang ada pada setiap tubuh manusia. Orang dalam stres tinggi umumnya berarti seseorang yang tidak dapat memproduksi melatonin yang cukup selama waktu tidur serta tidak bisa tidur dengan nyenyak.  Pertumbuhan sel kanker dihambat oleh melatonin, ini berarti ketika seseorang tidak mampu mengatasi stres, hal ini dapat menyebabkan semakin berkembangnya sel-sel kanker. Salah satu fungsi dari hormon adrenalin adalah untuk mengangkut gula dari sel tubuh. Tubuh menjadi asam ketika terlalu banyak gula dalam sel-sel tubuh. Ini berarti sel-sel tubuh yang normal kekurangan oksigen dan tidak dapat bernapas dengan baik. Sel kanker tumbuh dengan baik dalam keadaan oksigen yang rendah. Sel-sel kanker juga dapat berkembang pada gula untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Stres tinggi dapat menyebabkan kadar kortison yang menekan sistem kekebalan tubuh dan menipisnya adrenalin yang menyebabkan oklsigen rendah, untuk berkembangnya sel tubuh dan terlalu banyak gula dalam tubuh yang dihasilkan oleh lingkungan sehingga menimbulkan kanker. Adapun efek yang ditimbulkan oleh stres yaitu :
a.       Tingginya kadar gula dalam tubuh
b.      Rendahnya oksigen dalam tubuh
c.       Berkurangnya produksi hormon adrenalin dimana mereka lebih menjadi kanker dan lebih rentan untuk bermutasi.

5.     Stres Dapat Menyebabkan Gangguan Menstruasi
Kesehatan mental dan spiritual sangat penting untuk mengurangi stres. Jika dalam keadaan stres, otak akan memberikan tandanya ke tubuh melalui penegangan urat-urat saraf. Tanda-tanda ini akan menyebabkan rasa sakit pada tubuh ( defresi, tegang, gelisah ). Selain itu, siklus haid pun menjadi tidak teratur dan sistem kerja jantung menjadi bertambah. Siklus haid menjadi tidak teratur karena adanya gangguan hormon yang disebabkan oleh stres. Haid terkaid erat dengan hormon yang diatur oleh otak, tepatnya dikelenjar hipofisis untuk menghasilkan hormon FSH, hormonal ini akan mengirimkan sinyal ke indung telur untuk proses pematangan folikel telur.  Bila sistem pengaturan ini terganggu, maka secara otomatis siklus haid pun menjadi terganggu.  Seorang wanita dapat mengurangi tingkat stresnya dengan melakukan meditasi dan yoga. Tarik napas dalam-dalam dan perlahan-lahan berdoa, mendengarkan musik lembut, atau jalan-jalan santai. Dngan berelaksasi setiap hari, maka stres dalam hidup akan berkurang.

6.     Stres Dapat Menyebabkan Gastrointestina
Stres dapat menyebabkan gangguan pada sistem percernaan  salah satu diantaranya adalah diare. Diare adalah peningkatan keenceran dan frekuensi tinja. Diare dapat terjadi akibat adanya zat terlarut yang tidak dapat diserap di dalam tinja yang disebut diare osmotik atau iritasi saluran cerna. Penyebab seringnya terjadi iritasi adalah seringnya infeksi oleh virus atau bakteri di usus halus distal atau usus besar. Iritasi usus oleh suatu pantogen memengaruhi lapisan mukosa usus. sehingga terjadi peningkatan produk-produk sekretorik termasuk mukus. Iritasi oleh mikroba juga memengaruhi lapisan otot sehingga terjadi peningkatan mutilitas. Peningkatan  mutilitas menyebabkan banyak air dan elektrolit terbuang karena berkurangnya  waktu yangtersedia umtuk penyerapan zat-zat tersebut di kolon. Individu yang mengalami diare berat dapat meninggal akibat syok hivopolemik dan kelainan elektrolit. Toksin kolera yang dikeluarkan oleh bakteri kolera adalah conrh dari bahan yang sangat merangsang mutilitas dan secara langsung menyebabkan sekresi air dan elektrolit kedalam usus besar, sehingga unsur-unsur plasma yang penting ini terbuang dalam jumlah besar. Diare juga dapat disebabkan oleh faktor fisikologis misalnya ketakutan atau jnis-jenis stres tertentu yang diperantaraai oleh stimulasi sraf parasimpatis.
7.     Stres dapat menyebabkan penyakit kulit
Salah satu bentuk penyakit kulit yang tibul karena stres adalah kulit gatal-gatal. Perasaan cemas dapat memperburuk kondisi yang mendasari penyakit kulit seperti dermatitis dan eksim psoriasis. Hormon stres mengaktifkan serabut saraf yang menyebabkan sensasi gatal semakin berkembang. Orang yang stres memiliki kemungkinan menderita gatal kronis, atau pruritus dua kali lipat lebih besar.
 


Anak Sebagai Makhluk Holistik



Holistik berarti keseluruhan atau utuh. Pemerintah juga memandang anak-anak adalah makhluk holistic sehingga menetapkan beberapa undang-undang yang bersifat melindungi hak-hak anak. Anak sebagai makhluk holistik merupakan makhluk yang utuh atau paduan dari unsur biologis,psicologis,social dan spiritual.
1.      Makhluk biologis
·         Anak tersusun atas system organ tubuh yang digunakan untuk mempertahankan
hidupnya,
·         Anak Mempunyai kebutuhan yang berguna untuk mempertahankan hidupnya
·         Anak Tidak terlepas dari hukum alam:dilahirkan-berkembang-mati
·          Anak memerlukan oksigen untuk bernapas
·         Anak memerlukan nutrisi untuk menambah energi dalam tubuh
·         Anak memerlukan cairan tubuh agar tidak dehidrasi.

2.   Makhluk psikologis
·         Anak mempunyai struktur kepribadian.
·         Anak Mempunyai daya fikir serta kecerdasan.
·         Anak Mempunyai kebutuhan psikologi agar pribadi dapat berkembang
3.        Makhluk social
·      Anak perlu hidup bersama orang lain, saling bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup,.
·      Anak mudah Dipengaruhi dan beradaptasi dengan lingkungan social.
·      Anak Dituntut untuk bertingkah laku sesuai dengan harapan dan norma yang ada.
4.        Makhluk spiritual
·         Anak memiliki keyakinan dan mengakui adanya Tuhan.
·         Anak memiliki pandangan hidup, dorongan hidup yang sejalan dengan keyakinan yang dianutnya.



Anak Sebagai Sistem
Anak sebagai system terdiri atas system adaptif, system personal, system interpersonal, dan system social.
1.        Sistem Adaptif
Sistem adaptif merupakan proses perubahan individu sebagai respons terhadap perubahan lingkungan yang dapat mempengaruhi integritas atau keutuhan. Lingkungan seluruh kondisi keadaan sekitar yang mempengaruhi perkembangan organisme atau kelompok organisme. Menurut Roy (1976) Perilaku adaptif merupakan perilaku individu secara utuh untuk beradaptasi dan menangani rangsang lingkungan. Anak-anak mengalami proses ini dalam setiap tahap perkembangannya , seperti pada saat ia mulai kanak-kanak dan beranjak remaja, hal tersebut menyebabkan timbulnya sistem adaptif bagi anak untuk menyesuaikan kebutuhannya sebagai remaja bukan kanak-kanak lagi.

2.      Sistem Personal
Sebagai system personal anak memiliki proses persepsi dan bertumbuh kembang. Sistem personal disebut juga sebagai individu. Misalnya bidan harus mengerti tentang konsep :
-          Self
Anak-anak Memiliki kepribadian yang prinsipil.
-          Persepsi
Anak-anak memiliki pemikiran atau pandangan terhadap suatu kasus. Karena ia sudah mampu untuk mengeluarkan pendapat.
-          Tumbuh kembang
Hak anak untuk berpemikiran yang lebih dewasa dan matang.
 
3.    Sistem Interpersonal
Sebagai system interpersonal anak dapat berinteraksi, berperan, dan berkomunikasi terhadap orang lain. Contohnya kemampuan anak dalam menjalankan suatu organisasi ketika ia berada di bangku SMP, SMA bahkan perguruan tinggi. Dalam organisasi tersebut anak akan berinteraksi dengan sesama anggota tersebut , kemudian anak akan turut berperan dalam menjalankan setiap aktivitas organisasi tersebut dan saling berkomunikasi yang baik dalam mewujudkan suatu tujan organisasi tersebut. Menurut King (1976) system interpersonal disebut juga kelompok. Misalnya bidan harus mengerti tentang konsep :
-          Interaksi
Proses dimana terdapat suatu hubungan timbal balik antara anak yang satu dengan anak lainnya untuk mencapai suatu tujuan.
-          Peran
Suatu keinginan yang ingin dimiliki oleh anak untuk mendapatkan suatu tanggapan dari orang lain. 
-          Komunikasi
Suatu cara untuk berinteraksi dalam menyampaikan informasi antara anak satu dengan anak lainnya.

4.  Sistem Sosial
Sebagai system social, anak memiliki kekuatan dan wewenang dalam pengambilan keputusan di lingkungannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun lingkungan pekerjaan. Misalnya ketika anak akan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, anak dapat menentukan sendiri universitas serta jurusan yang ingin ia tekuni. Menurut King (1976) system social disebut juga masyarakat. Misalnya bidan harus mengerti tentang konsep :
-          Organisasi power
Organisasi yang mempunyai kekuatan yang sangat besar contohnya “IBI” memiliki kekuasaan dalam bidang kebidanan.
-          Otoritas
Suatu kekuasan yang bersifat pengekangan terhadap suatu hal misalnya seorang bidan saat praktek klinik terlalu mengatur-ngatur pasiennya dalam melakukan suatu hal.   
-          Pengambilan keputusan
Suatu tindakan yang bersifat sewenang-wenang misalnya seorang bidan tidak diperbolehkan untuk mengambil keputusan tanpa sepengetahuan pasiennya.