Tuesday, 5 March 2013

Pelayanan Kesehatan Anak

                   PELAYANAN KESEHATAN ANAK
          


                                                 


PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INONESIA
NOMOR 1464/MENKES/PER/X/2010
BAB III
PENYELENGGARAAN PRAKTIK

Pasal 11

(1)   Pelayanan kesehatan anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf b diberikan pada bayi baru lahir, bayi, anak balita, dan anak pra sekolah.
(2)   Bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berwenang untuk:
a.       Melakukan asuhan bayi baru lahir normal termasuk resusitasi, pencegahan hipotermi, inisiasi menyusui dini, injeksi Vitamin K 1, perawatan bayi baru lahir pada masa neonatal (0-28 hari), dan perawatan tali pusat;
b.      Penanganan hipotermi pada bayi baru lahir dan segera merujuk;
c.       Penanganan kegawat-daruratan, dilanjutkan dengan perujukan;
d.      Pemberian imunisasi rutin sesuai program pemerintah;
e.       Pemantauan tumbuh kembang bayi, anak balita dan anak pra sekolah;
f.       Pemberian konseling dan penyuluhan;
g.      Pemberian surat keterangan kelahiran; dan
h.      Pemberian surat keterangan kematian;





A.    ASUHAN BAYI BARU LAHIR NORMAL
            Asuhan segera bayi baru lahir adalah asuhan yang diberikan pada bayi tersebut selamajam pertama setelah kelahiran. Sebagian besar bayi yang baru lahir akan menunjukkan usaha pernapasan spontan dengan sedikit bantuan atau gangguan. Aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi baru lahir adalah :
·         Jagalah agar bayi tetap kering dan hangat,
·         Usahakan adanya kontak antara kulit bayi dengan kulit ibunya sesegera mungkin.
Segera setelah melahirkan badan bayi :
·         Sambil secara cepat menilai pernapasannya, letakkan bayi dengan hangat, di atas perut ibu.
·         Dengan kain bersih dan kering atau kasa lap darah atau lendir dari wajah bayi untuk mencegah jalan udaranya terhalang. Periksa ulang pernapasan bayi.
Catatan : sebagian besar bayi akan menangis atau bernapas secara spontan dalam waktu 30 detik setelah lahir.
·         Bila bayi tersebut menangis atau benapas (terlihat dari pergerakan dada paling sedikit 30 kali per menit), biarkan bayi tersebut dengan ibunya;
·         Bila bayi tersebut tidak bernapas dalam waktu 30 detik, segeralah cari bantuan,  dan mulailah langkah-langkah resusitasi bayi tersebut.
Persiapkan kebutuhan resusitasi untuk setiap bayi dan siapkan rencana untuk meminta bantuan, khususnya bila ibu tersebut memiliki riwayat eklampsia, perdarahan, persalinan lama atau macet, persalinan dini atau infeksi.

Klem dan Potong Tali Pusat
·         Klemlah tali pusat dengan dua buah klem, pada titik kira-kira 2 dan 3 cm dari pangkal pusat bayi (tinggalkan kira-kira satu cm di antara klem-klem trsebut).
·         Potonglah tali pusat di antara kedua klem sambil melindungi bayi dari gunting dengan tangan kiri anda.
·         Pertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat. Ganti sarung tangan anda bila ternyata sudah kotor. Potonglah tali pusatnya dengan pisau atau gunting yang steril atau disinfeksi tingkat tinggi (DTT).
·         Periksa tali pusat setiap 15 menit. Apabila masih terjadi perdarahan, lakukan pengikatan ulang yang lebih ketat.



Text Box: Jangan mengoleskan salep apa pun, atau zat lain ke tampuk tali pusat. Hindari pembungkusan tali pusat . Tampuk tali pusat yang tidak tertutup akan mengering dan puput lebih cepat dengan komplikasi yang lebih sedikit.
 




Jagalah Bayi Agar Tetap Hangat
·         Pastikan bayi tersebut tetap hangat dan terjadi kontak antara kulit bayi dengan kulit ibu.
·         Gantilah handuk atau kain yang basah dan bungkus bayi tersebut dengan selimut dan jangna lupa memastikan bahwa kepala telah terlindung dengan baik untuk mencegah keluarnya panas tubuh.
·         Pastikan bayi tetap hangat dengan memeriksa telapak bayi setiap 15 menit.
-        Apabila telapak bayi terasa dingin, periksalah suhu aksila bayi.
-        Apabila suhu bayi kurang dari 36,5˚ C, segera hangatkan bayi tersebut. 

Kontak Dini dengan Ibu
·         Berikan bayi kepada ibunya secepat mungkin. Kontak dini antara ibu dan bayi penting untuk:
-        Kehangatan – mempertahankan panas yang benar pada bayi baru lahir.
-        Ikatan batin dan pemberian ASI.
·         Doronglah ibu untuk menyusui bayinya apabila bayi telah siap (dengan menunjukan refleks rooting). Jangan paksakan bayi untuk menyusu.


Text Box: Bila memungkinkan, jangan pisahkan ibu dengan bayi, dan biarkan bayi bersama ibunya paling sedikit satu jam setelah persalinan.
 



Pernapasan
      Sebagian besar bayi akan bernapas secara spontan. Pernapasan bayi sebaiknya diperiksa secara teratur untuk mengetahui adanya masalah.
·         Periksa pernapasan dan warna kulit bayi setiap 5 menit.
·         Jika bayi tidak segera bernapas, lakukan hal-hal sebagai berikut :
-          Keringkan bayi dengan selimut atau handuk yang hangat,
-          Gosoklah punggung bayi dengan lembut.
·         Jika bayi masih belum mulai bernapas setelah 60 detik mulai resusitasi. Perlunya resusitasi harus ditentukan sebelum akhir menit pertama kehidupan. Indikator tertentu bahwa diperlukan resusitasi ialah kegagalan napas setelah bayi lahir.
Peralatan resusitasi :
-          Selalu harus dicek dalam keadaan baik dan siap pakai
-          Sungkup no. 1 untuk bayi cukup bulan dan no. 0 untuk payi kurang bulan.
-          Cek fungsi balon dengan cengkraman sungkup di telapak tangan :
ü  Tangan lain meremas balon, jika terasa tekanan di telapak, maka ventilasi cukup,
ü  Remasan dilepas dan balon inflasi kembali, maka balon berfungsi baik.
Adapun cara-cara resusitasi adalah sebagai berikut :
1.      Membuka jalan napas
2.      Ventilasi bayi baru lahir
·         Apabila bayi sianosis (kulit biru) atau sukar bernapas (frekuensi pernapasan kurang dari 30 atau lebih dari 60 kali per menit) , berilah oksigen pada bayi dengan kateter nasal atau nasal prongs.
Perawatan Mata
            Obat mata eritromisin 0,5% atau tetrasiklin 1% dianjurkan untuk pencegahan penyakit mata karena klamidia (penyakit menular seksual). Obat mata perlu diberikan jam pertama setelah persalinan. Yang lazim dipakai adalah larutan perak nitrat atau Neosporin dan langsung diteteskan pada mata bayi segera setelah bayi lahir.

Berikan Vitamin K
Untuk mencegah terjadinya perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir, lakukan hal-hal berikut :
·         Semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1 mg/hari selama tiga hari,
·         Bayi risiko tinggi diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0,5 – 1 mg I.M.


Identifikasi Bayi
Alat pengenal unyul memudahkan identifikasi bayi perlu dipasang segera pascapersalinan. Alat pengenal yang efektif harus diberikan kepada setiap bayi baru lahir dan harus tetap ditempatnya sampai waktu bayi dipulangkan.
·         Alat yang digunakan, hendaknya kebal air, dengan tepi yang halus tidak mudah melukai, tidak mudah sobek, dan tidak mudah lepas.
·         Pada alat/gelang identifikasi harus tercantum:
-        Nama (bayi, ibunya),
-        Tanggal,
-        Nomor bayi,
-        Unit.
·         Di setiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama, tanggal lahir, nomor identifikasi.
·         Sidik telapak kaki bayi dan sidik jari ibu harus di cetak di catatan yang tidak mudah hilang. Ukurlah berat lahir, panjang bayi, lingkar kepala, lingkar perut dan catat dalam rekam medis.

Perawatan Lain-Lain
·         Lakukan perawatan tali pusat :
-          Pertahankan sisa tali pusat dalam keadaan terbuka agar terkena udara dan tutupi dengan kain bersih secara longgar;
-          Lipatlah popok dibawah sisa tali pusat
-          Jika tali pusat terkena kotoran atau tinja, cuci dengan sabun dan air bersih, dan keringkan betul-betul.
·         Dalam waktu 24 jam dan sebelum ibu dan bayi dipilangkan ke rumah, berikan imunisasi BCG, polio oral, dan hepatitis B
·         Ajarkan tanda-tanda bahaya bayi pada orangtua dan beritahu orangtua agar merujuk bayi segera untuk perawatan lebih lanjut, jika ditemui tanda-tanda tersebut
·         Ajarkan pada orangtua cara merawat bayi mereka dan perawatan harian untuk bayi baru lahir :
-          Beri ASI sesuai kebutuhan setiap 2 sampai 3 jam (paling sedikit setiap 4 jam mulai dari hari pertama)
-          Pertahankan agar bayi selalu dengan ibu.
-          Jaga bayi dalam keadaan bersih,hangat dan kering dengan menggati popok dan selimut sesuai dengan keperluan. Pastikan bayi tidak terlalu panas dan terlalu dingin. Apa saja yang dimasukkan ke dalam mulut bayi harus selalu bersih.
-          Jaga tali pusat dalam keadaan bersih dan kering.
-          Peganglah, sayangi dan nikmati kehidupan bersama bayi.
-          Awasi masalah dan kesulitan bersama bayi, dan minta bantuan jika perlu.
-          Jaga keamanan bayi terhadap trauma, dan penyakit atau infeksi.
-          Ukur suhu tubuh bayi jika tampak sakit atau menyusu kurang baik.

B.     PENANGANAN HIPOTERMI PADA BAYI BARU LAHIR DAN SEGERA MERUJUK
                Hipotermia dapat terjadi secara cepat pada bayi sangat kecil atau bayi yang diresusitasi atau dipisahkan dari ibu. Dalam kasus-kasus ini,suhu dapat cepat turun < 35®C. hangatkan segera :
·         Jika bayi sakit berat  atau hipotermia berat (suhu aksiler <35®C) :
-          Gunakan alat yang tersedia (incubator, radiant heater, kamar hangat, tempat tidur hangat),
-          Rujuk segera ke tempat pelayanan kesehatan yang mempunyai NICU,
·         Jika bayi sianosis (biru) atau sukar bernapas (frekuensi < 30 atau > 60 x per menit, tarikan dinding dada ke dalam atau merintih)
ü  Isap mulut dan hidung untuk memastikan jalan napas bersih
ü  beri oksigen lewat kateter hidung atau nasal prong
ü  rujuk ke kamar bayi atau ke tempat pelayanan yang dituju
·         Jika bayi tidak begitu tampak sakit dan suhu aksiler 35®C atau lebih :
ü  Jaga bayi tetap hangat. Bungkus bayi dengan kain lunak, kering, selimuti, dan pakai topi untuk mencegah kehilangan panas,
ü  Dorong ibu untuk segera menyusui, setelah bayi siap,
ü  Pantau suhu aksiler setiap jam sampai normal,
ü  Bayi dapat diletakkan dalam incubator atau di bawah radiant heater.
C.    PENANGANAN KEGAWAT-DARURATAN, DILANJUTKAN DENGAN PERUJUKAN
Prinsip- prinsip asuhan bayi baru lahir.
·         Jika bayi dilahirkan oleh seorang ibu yang mengalami komplikasidalam persalinan,penanganan bayi tersebut tergantung pada :
-          Apakah bayi mempunyai kondisi atau masalah yang perlu tindakan segera.
-          Apakah kondisi ibu memungkinkan merawat bayi secara penuh, sebagian, atau tidak sama sekali.
Bayi baru lahir dengan masalah.
·         Masalah/kondisi akut perlu tindakan segera dalam 1 jam kelahiran (oleh tenaga di kamar bersalin) :
-          Tidak bernafas
-          Sesak nafas
-          Sianosis sentral (kulit biru)
-          Bayi berat lahir rendah (BBLR) < 2.500 g
-          Letargis
-          Hipotermia/stress dingin (suhu aksila < 36,5 ˚C
-          Kejang
·         Kondisi perlu tindakan awal :
-          Potensial infeksi bakteri (pada ketuban pecah dini atau pecah lama)
-          Potensial sifilis (ibu dengan gejala atau serologis positif)
·         Kondisi malformasi atau masalah lain yang tidak perlu tindakan segera (oleh tenaga di kamar bersalin) :
-          Lakukan asuhan segera bayi baru lahir dalam jam pertama setelah kelahiran bayi.
-          Rujuk ke kamar bayi atau tempat pelayanan yang sesuai.
Rujukan bayi.
·         Jelaskan kondisi/masalah bayi kepada ibu
·         Jaga bayi tetap hangat. Bungkus bayi dengan kain lunak dan kering, selimuti, dan pakai topi.
·         Rujuk dengan digendong petugas, jika memungkinkan. Gunakan inkubtor atau basinet jika perlu tindakan khusus, misalnya pemberin O2
·         Mulai menyusui dini
·         Ajari memeras payudara an ASI yang akan diberikan kepada bayi jika menyusui dini tidak dimugkinkanoleh kondisi ibu dan bayi.
·         Pastikan kamar bayi NICU (Neonatal Intensive Care Unit ) atau tempat pelayanan yang dituju menerima formulir riwayat persalinan, kelahiran, dan tindakan yang akan diberikan kepada bayi.

D.    PEMBERIAN IMUNISASI RUTIN SESUAI PROGRAM PEMERINTAH
Berikut ini adalah 5 jenis imunisasi dasar yang harus wajib diberikan, yaitu:
1. Imunisasi BCG
Imunisasi BCG akan memberikan ketahanan terhadap penyakit TBC (Tuberkulosis) berkaitan dengan keberadaan virus tubercel bacili yang hidup di dalam darah. Agar memiliki kekebalan aktif, dilakukanlah vaksinasi BCG (Bacillus Calmette Guerin).
2. Imunisasi Campak              
Pemberian imunisasi campak adalah cara pencegahan penyakit campak yang paling efektif. Meskipun campak hanya menulari satu kali seumur hidup. Namun, penyakit ini sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan kematian. Bagi anak yang daya tahan tubuhnya sangat baik, bisa tidak pernah tertular penyakit campak.
3. Imunisasi Hepatitis B
Imunisasi Hepatitis B diberikan tiga kali. Yang pertama dalam waktu 12 jam setelah lahir. Imunisasi ini dilanjutkan saat bayi berumur 1 bulan, kemudian diberikan lagi saat 3-6 bulan.
4. Imunisasi Polio
Imunisasi yang satu ini belakangan sering didengung-dengungkan pemerintah karena telah memakan korban cukup banyak. Target pemerintah membebaskan anak-anak Indonesia dari penyakit polio. Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama setelah lahir. Selanjutnya vaksin ini diberikan 3 kali, saat bayi berumur 2, 4, dan 6 bulan. Pemberian vaksin ini dulang pada usia 18 bulan dan 5 tahun.
5. Imunisasi DPT
Imunisasi DPT diberikan untuk mencegah tiga macam penyakit sekaligus, yaitu Difteri, Pertusis dan Tetanus. Vaksin ini diberikan pertama kali saat bayi berumur lebih dari enam minggu. Lalu saat bayi berumur 4 dan 6 bulan. DPT diberikan kembali pada umur 18 bulan dan 5 tahun. Pada anak umur 12 tahun, imunisasi ini diberikan lagi dalam program BIAS SD kelas VI.

E.     PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG BAYI, ANAK BALITA DAN ANAK PRA SEKOLAH
Ukuran dari pertumbuhan fisik digunakan dalam perawatan kesehatan anak-anak untuk memonitorin pertumbuhan meliputi:
1        Menemukan pertumbuhan sesuatu yang abnormal
2        Meyakinkan orang tua bahwa pertumbuhan anaknya normal
3        Merupakan bantuan untuk menilai kelainan pertumbuhan yang mencurigakan, dan
4        Menentukan pengobatan.
Penilaian tentang pengobatan meliputi pengobatan kelainan pertumbuhan atau pengobatan kelainan-kelainan yang lain, yang mungkin sebagai efek sampingan, mempercepat atau memperlambat pertumbuhan. Dua kegunaan yang pertma (menemukan kelainan dan meyakinkan) adalah umum yang lain-lain lebih jarang terjadi dan pada umumnya lebih banyak dilakukan oleh para spesialis dalam pnyakit pertumbuhan.

F.     PEMBERIAN KONSELING DAN PENYULUHAN
Bidan juga harus memberikan konseling pada ibu sebelum bayi di bawa pulang agar kesehatan bayi tetap terjaga. Konseling yang diberikan bidan yakni:
(1)   Pemberian ASI
(2)   Jaga kehangatan bayi
Berikan bayi kepada ibu secepat mungkin,karena kotak antara ibu dengan kulit bayi sangat penting dalam rangka menghangatkan serta mempertahankan panas tubuh bayi. Apabila suhu bayi kurang dari 36,5°C segera hangatlah bayi dengan teknik metode kangguru.
(3)   Posisi Tidur yang tepat
(4)   Pentingnya Imunisasi
Imunisasi adalah suatu cara memproduksi imunitas aktif buatan untuk melindungi diri melawan penyakit tertentu dengan cra memasukkan suatu zat dalam tubuh melalui penyuntikan atau secara oral.
(5)   Perawatan harian atau rutin.
(6)   Pencegahan infeksi dan kecelakaan

G.    PEMBERIAN SURAT KETERANGAN KELAHIRAN
Pemberian surat keterangan kelahiran dan kematian dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
Untuk surat keterangan kelahiran hanya dapat dibuat oleh bidan yang memberikan
pertolongan persalinan tersebut dengan menyebutkan:
1.      Identitas bidan penolong persalinan;
2.      Identitas suami dan ibu yang melahirkan;
3.      Jenis kelamin, berat badan dan panjang badan anak yang dilahirkan;
4.      Waktu kelahiran (tempat, tanggal dan jam).

H.    PEMBERIAN SURAT KETERANGAN KEMATIAN
Untuk Surat keterangan kematian hanya dapat diberikan terhadap ibu dan atau bayi yang meninggal  pada waktu pertolongan persalinan dilakukan dengan menyebutkan:
1.      Identitas bidan
2.      Identitas ibu/bayi yang maninggal
3.      Identitas suami dari ibu yang meninggal
4.      Identitas ayah dan ibu dari bayi yang meninggal
5.      Jenis kelamin
6.       Waktu kematian (tempat, tanggal dan jam)
7.      Umur
8.      Dugaan penyebab kematian.
Setiap pemberian surat keterangan kelahiran atau surat keterangan kamatian harus dilakukan pencatatan.



Daftar Pustaka
Saifuddin,Abdul Bari.2002.Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta:Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Anonim.2009.Petunjuk Pelaksanaan Praktik Bidan. caleg.blogdetik.com/files/2009/01/juklak-praktik-bidan.pdf. Akses : Jumat, 23 November 2012 : 10.10 W




No comments:

Post a Comment

Post a Comment