Thursday, 7 March 2013

KETERAMPILAN DASAR KEBIDANAN I


KEBUTUHAN DASAR MANUSIA


 
Definisi
Kebutuhan adalah suatu keadaan yang ditandai oleh perasaan kekurangan dan ingin diperoleh sesuatu yang akan diwujudkan melalui suatu usaha atau tindakan (Murray dalam Bherm, 1996)
Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow dalam Teori Hierarki, kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar yaitu kebutuhan fisiologis, keamanan, cinta, harga diri, dan aktualisasi diri.
Ciri Kebutuhan Dasar Manusia

Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen.
Setiap orang pada dasarnya memiliki kebutuhan yang sama, akan tetapi karena budaya, maka kebutuhan tersebutpun ikut berbeda.
Dalam memenuhi kebutuhan manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada.
Lalu jika gagal memenuhi kebutuhannya, manusia akan berpikir lebih keras dan bergerak untuk berusaha mendapatkannya.


Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Dasar Manusia
-          Penyakit. Adanya penyakit dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pemenuhan pemenuhan kebutuhan, baik secara fisiologis maupun psikologis, karena beberapa fungsi organ tubuh memerlukan pemenuhan besar dari biasanya.
-          Hubungan Keluarga. Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatan pemenuhan kebutuhan dasar karena adanya saling percaya, merasakan kesenangan hidup, tidak ada rasa curiga, dan lain-lain.
-          Konsep diri yang sehat menghasilkan perasaan positif terhadap diri. Konsep diri yang positif tentang dirinya akan mudah berubah, mudah mengenali kebutuhan dan mengembangkan cara hidup yang sehat, sehingga mudah memenuhi kebutuhan.
-          Tahap perkembangan
Setiap tahap perkembangan manusia mempunyai kebutuhan yang berbeda, baik kebutuhan biologis, psikologis , social , maupun spiritual.



Usia paling rawan adalah usia balita, karena pada masa ini anak mudah terserang penyakit, mudah terjadi kurang gizi secara fisik. Lebih dari itu, masa balita merupakan dasar pembentukan kepribadian anak, sehingga diperlukan perhatian khusus. Faktor-faktor psikososial yang dapat mempengaruhi perkembangan masa balita antara lain adalah faktor-faktor stimulai, motivasi, ganjaran dan hukuman yang wajar, teman-teman sebaya, stress, sekolah, cinta dan kasih sayang, serta kualitas interaksi anak dan orang tua.
Setiap anak mempunyai kebutuhan-kebutuhan khusus dan tahap-tahap bagaimana mereka bertumbuh. Karena itu setiap orang tua seharusnya mengerti apa yang menjadi kebutuhan dasar seorang anak dan prinsip perkembangannya. Hal ini penting karena anak adalah seorang individu, anak mengalami proses perkembangan, dan pendidikan harus disesuaikan dengan kemampuan anak. Seperti yang dikatakan oleh John Comenius, “We must understand the child, so that our teaching may be designed to match his capacity.”


Kebutuhan- Kebutuhan Dasar Anak Untuk Tumbuh Kembang yang Optimal
Meliputi  asuh, asih, dan asah yaitu:
  1. Kebutuhan fisis-biologis (ASUH):
Meliputi kebutuhan sandang, pangan, papan, seperti: nutrisi, imunisasi, kebersihan tubuh dan lingkungan, pakaian, pelayanan/pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, olahraga, bermain dan beristirahat.
    1. nutrisi:
-          sejak anak didalam rahim, ibu perlu memberikan nutrisi seimbang melalui konsumsi makanan yang bergizi.
-          Air susu ibu (ASI): nutrisi yang paling lengkap dan seimbang bagi bayi (terutama pada 6 bulan pertama atau ASI eksklusif).
-          Menu seimbang: protein, karbohidrat, lemak, vitamin,mineral, air
    1. imunisasi : anak perlu diberikan imunisasi dasar lengkap agar terlindung dari penyakit- penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
    2. Kebersihan : meliputi kebersihan makanan, minuman, udara, pakaian, rumah, sekolah, tempat bermain dan transportasi.
    3. Bermain,aktivitas fisik, tidur: anak perlu bermain, melakukan aktivitas fisik, dan tidur karena hal ini bermanfaat untuk:
-          merangsang hormone pertumbuhan, nafsu makan, merangsang metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.
-          Merangsang pertumbuhan otot dan tulang.
-          Merangsang perkembangan
    1. pelayanan kesehatan : anak perlu dipanatau/ diperiksa kesehatannya secara teratur (bukan kendaraan saja yang perlu diperiksa teratur, anak juga perlu) contoh pelayanan kesehatan yang teratur pada anak balita adalah: anak ditimbang minimal 8 kali setahun, dilakukan SDIDTK minimal 2 kali setahun dan diberikan kapsul vitamin A dosis tinggi 2 kali setahunyaitu setiap bulan Februari dan Agustus. Tujuan pemantauan yang teratur untuk:
-          mendeteksi secara dini dan menanggulangi bila ada penyakit dan gangguan tumbuh kembang.
-          Mencegah penyakit
-          Memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

  1. Kebutuhan Kasih sayang dan emosi ( ASIH )
Anak memerlukan kasih sayang ,elalui hubungan yang erat serasi dan selaras dengan ibunya. Memeberi kasih saying akan sangat membantu tumbuh kembang fisik-mental dan psikososial anak yang optimal. Pada tahun tahun pertama kehidupannya (usia dini) bahkan sejak anak masih di dalam kandungan, anak mutlak memerlukan ikatan yang menciptakan rasa aman dan nyaman.
Untuk itu upayakan agar :
-          anak merasa dilindungi
-          memperhatikan minat, keinginan dan pendapatnya
-          memberi contoh , tidak memaksa
-          membantu , mendorong /memotivasi
-          menghargai pendapat anak
-          mendidik dengan penuh kegembiraan mlalui kegiatan bermain
-          melakukan koreksi dengan kegembiraan dan kasih saying (bukan ancaman/hukuman)

  1. Kebutuhan stimulasi (ASAH)
Untuk memperoleh perkembangan yang optimal , anak perlu ‘diasah’ melalui kegiatan stimulasi dini untuk mengembangkan sedini mungkin kemampuan sensorik, motorik, emosi-sosial , bicara, kognitif, kemandirian , kreatifitas, kepemimpinan, moral dan spiritual.
Dasar perlunya stimulasi dini :
-          milyaran sel otak dibentuk sejak anak didalam kandungan dan belum ada hubungan antar el otak (sinaps)
-          orang tua perlu merangsang hubungan antar sel-sel otak
-          bila ada rangsangan akan terbentuk hubungan hubungan baru (sinaps) semakin sering dirangsang akan makin kuat hubungan antar sel-sel otak
-          semakin banyak variasi maka hubungan anatar sel-sel otak semakin kompleks/luas
-          merangsang otak kiri dan kanan secara seimbang untuk mengambangkan multiple intelegen dan kecerdasan yang lebih luas dang tinggi.
-          Stimulus mental secara dini akan mengembangkan mental-psikososial anak seperti : kecerdasan, budi luhur, moral, agama dan etika, kepribadian, keterampilan berbahasa, kemandirian, kreatifitas, produktivitas, dst
Orang tua yang bijak akan menganut pola asuh demokratik, mengembangkan kecerdasan emosional, kemandirian, kreativitas, kerjasama, kepemimpinan dan moral spiritual anak.
Dan jangan lupakan, anak-anak yang berusia 0-72 bulan perlu diperiksa tumbuh kembangnya secara teratur melalui kegiatan deteksi dini (skrining ) untuk mengetahui sedini mungkin adanya kelainan / penyimpangan tumbuh kembang serta melakukan intervensi dan rujukan dini bila diperlukan. Ketersediaan pelayanan deteksi dini dapat ditanyakan di puskesmas, klinik tumbuh kembang dan rumah sakit.
            Selain kebutuhan yang paling mendasar diatas adapun juga kebutuhan pendukung lainnya, diantaranya :

Kebutuhan Dasar Secara Psikologis
Menurut Paul D. Meier, seorang anak akan berkembang menjadi orang dewasa yang matang dan bahagia, baik secara emosi dan rohani, jika berada di dalam keluarga yang sehat secara mental. Keluarga yang demikian akan memenuhi kebutuhan dasar anak secara psikologis secara konsisten, yaitu : kasih sayang, disiplin, konsistensi, teladan atau contoh, dan pimpinan.
Pada tahun-tahun pertama kehidupan, hubungan yang erat, mesra dan selaras antara ibu atau ibu pengganti dengan anak merupakan syarat mutlaj untuk menjamin tumbuh kembanga anak yang selaras baik fisik, mental maupun psikososial. Berperannya kehadiran ibu atau ibu pengganti sedini mungkin dan selanggeng mungkin akan menjalin rasa aman bagi bayi, misalnya bila ibu melakukan inisiasi dini dan menyusui bayi segera setelah lahir.
Kebutuhan Akan Rasa Aman
Setiap anak sangat membutuhkan rasa aman. Dengan rasa aman yang diberikan khususnya oleh orang tuanya, seorang anak akan lebih mudah untuk mengekspresikan dirinya, berkembang dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Alkitab juga mengajarkan bahwa ketakutan adalah suatu keadaan emosi yang tidak nyaman dan merusak (lihat 1 Yoh 2:18).
Rasa aman meliputi beberapa hal, yaitu rasa aman secara fisik, emosi, dan ekonomi.
Keamanan secara fisik jelas akan di dapat jikalau seorang anak terlindung dari bahaya secara fisik, tempat tinggal yang memadai, dan pengawasan fisik yang cukup pada masa kanak-kanak awalnya.
Keamanan secara emosi lebih mengacu pada kebutuhan anak akan kasih sayang dan kelekatan. Keamanan secara ekonomi, bukan berarti memberikan pakaian yang mahal, barang-barang berharga dan berbagai bentuk kemewahan. Tetapi kebutuhan ini seharusnya dimengerti bahwa anak sangat sensitif terhadap persaingan dalam unsur-unsur kehidupan yang bersifat materialistis. Dengan demikian, seorang anak yang aman secara ekonomi akan belajar bertumbuh dengan lebih menghargai/peka terhadap nilai-nilai kemurahan dan belas kasihan. Sebaliknya, tidak diharapkan bagi orang tua ketika memberikan rasa aman secara ekonomi ini akan jatuh pada kesalahan penanaman sistem nilai materialisme.
Bagi orang tua, memberikan rasa aman bagi anak lebih dari sekedar membebaskan dari rasa takut. Maksudnya, ketika orang tua ingin anaknya mengerti tentang hukuman sebagai konsekuensi dan kesalahan, tidak berarti harus dimotivasi dengan rasa takut. Memotivasi anak dengan rasa takut atau menakut-nakuti anak seharusnya bukan hal yang primer untuk mendorong mereka melakukan hal yang baik. Sebaliknya anak yang tidak selalu dibayangi ketakutan, akan mudah didorong melakukan hal yang baik.

Kebutuhan Akan Rasa Aman
Setiap orang tua mengetahui bahwa anak membutuhkan kasih sayang. Yang perlu diperhatikan adalah kadar kebutuhan setiap anak berbeda satu dengan yang lainnya. Anak yang satu membutuhkan kasih sayang yang lebih dari yang lain, walaupun tidak dapat mengekspresikan dengan jelas. Anak yang normal mempunyai kebutuhan kasih sayang yang berbeda dengan anak yang cacat atau kurang normal.
Kasih sayang sebagai kebutuhan yang mendasar bagi anak, akan mempengaruhi seluruh perkembangan hidupnya. Kasih sayang yang diperlukan adalah kasih sayang yang murni dan tulus dari orang tua. Kasih yang tidak mementingkan diri sendiri dan tanpa syarat. Karena itu setiap orang tua harus selalu mengingat bahwa sangat mungkin bagi orang tua memberikan kasih dengan mengharapkan sesuatu dari anak. Orang tua yang memberikan kasih sayang sebagai alat agar anak melakukan kehendak orang tua, cenderung akan memanipulasi anak.
Anak-anak yang mendapatkan kasih sayang yang cukup dari orang tuanya akan bertumbuh lebih sehat secara emosi, sosial, dan kerohanian. Anak yang demikian akan merasa bahwa dirinya penting, berharga dan patut dicintai. Hal ini akan membuat anak menjadi lebih leluasa mengembangkan dirinya, merasa diterima seutuhnya, dan kelak lebih mudah pula untuk mengasihi orang lain.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment